Tak memandang kompetisi, negara atau bahkan efeknya di kemudian hari, bentrokan antar suporter hampir selalu terjadi tiap musim. Tak jarang pula korban meninggal berjatuhan setelahnya.
Gabriele Sandri menjadi orang terakhir yang menjadi korban dari buntut aksi rusuh antar suporter di Roma dua hari lalu. Tifosi Lazio yang berprofesi sebagai disc jockey (DJ) itu tewas karena diterjang peluru aparat kepolisian.
Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya di bulan Februari, anggota kepolisian Italia yang menjadi korban meninggal saat terjadi bentrok antara pendukung
Insiden memilukan seperti ini bukan untuk pertama kalinya terjadi, juga tidak berlangsung di Italia saja atau di level domestik. Dikumpulkan dt dari berbagai sumber, kompetisi internasional seperti Liga Champions, Piala UEFA atau bahkan perhelatan akbar Piala Dunia juga diwarnai jatuhnya korban meninggal karena aksi rusuh suporter ini.
Pada bulan Januari 1991 misalnya. Seorang remaja berusia 16 tahun tewas saat pertandingan AEK Athens dan Olympiakos Piraeus berlangsung. Gara-garanya adalah dua kelompok suporter tim yang bertanding saling serang.
Di tahun 1995, setidaknya tiga insiden tercatat dalam sejarah kelam sepakbola dunia. Di bulan Januari, pendukung cilik
Aksi rusuh yang pada akhirnya memakan korban juga terjadi di kompetisi Piala UEFA. Dua fans Leeds United meninggal dunia karena ditusuk orang tak dikenal saat timnya akan berlaga di
Korban tewas juga terjadi saat PSG menjamu Hapoel Tel Aviv di ajang Piala UEFA November 2006. Satu orang fans meninggal karena ditembak polisi dan satu lainnya menderita luka saat terjadi penyerangan pendukung PSG terhadap suporter Yahudi Hapoel tel Aviv.
Di ajang Piala Dunia 2002, seorang pria tewas mengenaskan karena ditusuk, serta terjadi kerusuhan antar pendukung di Moskow gara-gara Rusia kalah dalam sebuah pertandingan.
Jumat, 07 Desember 2007
Insiden Tragis di Luar Stadion
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar